Lili Romli Ungkap: Buku Ilmu Politik Boni Hargens, Referensi Kritis yang Wajib Dikaji

2 min read
Lili Romli Ungkap: Buku Ilmu Politik Boni Hargens, Referensi Kritis Wajib Dikaji

Buku “Ilmu Politik dari Zaman Klasik hingga Era Digital” karya Boni Hargens diluncurkan di Jakarta (11/4/2026). Guru Besar Ilmu Politik Lili Romli menilai buku ini referensi penting memahami dinamika politik dan relevansinya di era digital. Cocok untuk mahasiswa dan pelaku politik.

Lili Romli Ungkap: Buku Ilmu Politik Boni Hargens, Referensi Kritis Wajib Dikaji

Analis Politik Senior Boni Hargens meluncurkan buku terbarunya, “Ilmu Politik dari Zaman Klasik hingga Era Digital”, Sabtu (11/4/2026) di Hotel Aryaduta, Jakarta. Karya ini segera mendapat sorotan tajam karena diklaim mampu membantah tuduhan umum bahwa politik itu kotor, penuh siasat, dan hanya demi perebutan kekuasaan.

Guru Besar Ilmu Politik, Prof. Lili Romli, menilai buku ini sebagai referensi esensial untuk memahami dinamika politik, baik secara konseptual maupun relevansinya di era digital. Namun, klaim pembelaan terhadap citra politik yang tercoreng ini memicu pertanyaan tentang seberapa jauh sebuah karya akademis dapat mengubah realitas praktik politik.

Tantangan Persepsi Politik

Buku Hargens tidak hanya menyasar kalangan akademisi, tetapi juga para pelaku politik, baik di dalam maupun di luar institusi demokrasi. Prof. Lili Romli menegaskan, cakupan komprehensif buku ini-dari sejarah, pendekatan, sistem, hingga pengaruh teknologi-menjadikannya lebih dari sekadar literatur biasa. Ini adalah upaya frontal untuk merehabilitasi citra politik di mata publik.

Peluncuran buku tersebut turut dihadiri oleh Peneliti BRIN Syafuan Rozi dan Pengamat Politik Karyono Wibowo, menambah bobot diskusi tentang masa depan ilmu politik. Namun, tantangan sesungguhnya terletak pada apakah narasi dalam buku ini mampu menembus tembok skeptisisme yang telah lama terbangun di masyarakat terhadap dunia politik.

Pertanyaan mendasar muncul: apakah “Ilmu Politik dari Zaman Klasik hingga Era Digital” benar-benar dapat menyucikan politik dari cap negatifnya, ataukah ini hanya upaya akademis untuk merasionalisasi sebuah sistem yang seringkali diwarnai intrik dan pragmatisme?

Pujian dan Kritisisme Tersirat

Prof. Lili Romli tidak sungkan melayangkan pujian setinggi langit untuk karya Boni Hargens. “Profisiat kepada Boni Hargens atas terbitnya buku Ilmu Politik ini,” ujarnya.

“Saya membaca buku ini serasa sudah melampaui beberapa mata kuliah karena diulas secara komprehensif soal ilmu politik baik dari sejarahnya, pendekatan ilmu politik, sistem politik hingga pengaruh teknologi terhadap ilmu politik,” tambah Prof. Lili Romli, menggarisbawahi kedalaman analisis buku tersebut.

Pujian ini sekaligus menyiratkan kritik terhadap kurangnya literatur yang mampu merangkum kompleksitas ilmu politik secara holistik, terutama dalam konteks kekinian dan relevansinya untuk menanggapi persepsi negatif yang melekat.

Boni Hargens, seorang analis politik senior, dikenal dengan pandangan-pandangannya yang seringkali vokal dan kritis terhadap fenomena politik nasional. Peluncuran buku ini di Jakarta pada pertengahan April 2026 menandai ambisinya untuk memberikan kontribusi signifikan dalam diskursus ilmu politik, sekaligus menantang narasi umum tentang “politik kotor.”

More like this