Menguak Akar MBG: Hashim Ungkap Gagasan Prabowo 2006, Jauh Sebelum Gerindra Eksis
Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden, mengungkapkan asal-usul program Makan Bergizi Gratis (MBG) Prabowo Subianto. Ide MBG ini berasal dari kepedulian Prabowo terhadap stunting. Konsep program unggulan tersebut telah dipikirkan sejak tahun 2006, jauh sebelum Partai Gerindra berdiri. Ini menunjukkan fokus Prabowo pada isu gizi.

Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, secara mengejutkan mengklaim program unggulan Presiden terpilih Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG), bukan sekadar janji kampanye dadakan. Hashim menegaskan gagasan MBG lahir dari kepedulian Prabowo atas angka stunting sejak 20 tahun lalu, jauh sebelum Partai Gerindra berdiri atau ambisi presiden mengemuka.
Pernyataan ini dilontarkan Hashim di Jakarta, akhir pekan lalu, saat berpidato di hadapan Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Badan Pemusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS). Pengungkapan ini muncul di tengah sengitnya perdebatan publik mengenai urgensi dan implikasi anggaran MBG dalam postur APBN mendatang.
Hashim membeberkan, kekhawatiran Prabowo terhadap masa depan bangsa akibat stunting sudah muncul sejak tahun 2006. Situasi ini, menurutnya, menjadi pemicu utama bagi Prabowo untuk mencetuskan ide program MBG.
Klaim historis ini secara strategis mengubah narasi publik, mencoba menggeser persepsi MBG dari program elektoral menjadi manifestasi kepedulian jangka panjang. Pengungkapan ini juga berpotensi meredam kritik bahwa MBG adalah program populis yang didesain mendadak untuk mendulang suara.
Fokus Hashim pada tahun 2006 menekankan bahwa ide tersebut murni dari keprihatinan sosial, bukan kalkulasi politik. Saat itu, menurut Hashim, Prabowo belum memiliki partai politik apalagi bayangan untuk mencalonkan diri sebagai presiden.
Angka stunting yang tinggi pada periode tersebut memang menjadi isu kesehatan masyarakat yang mendesak. Namun, keterkaitan langsung dengan ide MBG yang baru diungkapkan saat ini memunculkan pertanyaan tentang waktu dan motivasi di balik penegasan tersebut.
Program MBG sendiri kini menjadi salah satu prioritas utama yang membebani anggaran negara, memicu kekhawatiran defisit dan realokasi pos-pos belanja lain.
Asal-Usul yang Dibingkai Ulang
“Stunting ini adalah yang menyebabkan Prabowo Subianto pada tahun 2006 mencetuskan ide untuk program MBG ini,” ujar Hashim, seperti terekam dalam tayangan YouTube ABPEDNAS TV.
Ia melanjutkan, “Ini 2006, berarti 19 tahun lalu, 20 tahun lalu Pak Prabowo waktu itu belum ada partai Pak Jaksa Agung, belum ada Partai Gerindra, belum ada imajinasi, belum ada khayalan untuk mendirikan partai.”
Pernyataan ini secara tegas menempatkan MBG sebagai gagasan murni yang lahir dari keprihatinan sosial, bukan dari agenda politik praktis. Hashim berupaya keras memisahkan asal-usul program dari konteks kampanye dan pencalonan presiden.
Polemik Anggaran dan Narasi
Makan Bergizi Gratis merupakan program andalan utama Presiden terpilih Prabowo Subianto yang dijanjikan akan terealisasi segera setelah ia menjabat. Program ini diperkirakan membutuhkan alokasi dana signifikan dari APBN, memicu perdebatan sengit di kalangan ekonom dan politisi. Hashim Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo, dikenal sebagai orang kepercayaan dan juru bicara tidak resmi untuk berbagai isu penting terkait sang presiden terpilih.