Plastik Indomaret Makin Tipis, Belanjaan Gampang Jebol!
Sudahkah kalian ke Indomaret hari ini? Pertanyaan tersebut terasa wajar mengingat sekarang ini Indomaret sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Bukan cuma tempat beli kebutuhan saja, tapi juga jadi tempat singgah, ngadem, ngopi, dsb. Ya wajar kalau akhirnya Indomaret sering jadi pilihan. Saya juga termasuk orang yang cukup sering belanja di Indomaret. Saking seringnya ke Indomaret, saya tahu apa saja yang ada di Indomaret tapi tidak disadari oleh pembeli lain. Saya juga tahu merek minuman matcha apa saja yang dijual di Indomaret, yang rasanya nggak kayak rumput. Sampai-sampai, saya pernah membayangkan, “Ini sistem yang ada di Indomaret kalau diterapkan di dunia pendidikan, kayaknya bakal lebih tertib, deh.” Iya, segitunya saya sama Indomaret. Makanya saya kadang mikir, ini Indomaret kok belum juga ngendorse saya, ya? Wkwkwk. Bukti lain saya sering ke Indomaret adalah saya jadi peka dengan perubahan yang ada di sana. Termasuk, perubahan yang belakangan ini cukup mengganggu. Yaitu, soal plastik Indomaret yang sekarang makin tipis. Plastik berbayar Berbicara soal plastik, kita semua pasti sudah tahu kalau plastik di Indomaret ini sekarang berbayar. Aturan plastik berbayar ini berlaku sejak Januari 2023. Jauh banget sebelum isu plastik mahal gara-gara masalah perang ini terjadi. Harapannya, dengan plastik berbayar ini, konsumen makin sadar dan beralih bawa tote bag sendiri dari rumah. Atau, misal kelupaan ya beli tas belanja yang disediakan di rak Indomaret. Tapi ya namanya juga manusia. Ujung-ujungnya tetap saja pilih pakai plastik. Maklum, kadang belanjanya kan dadakan, tanpa rencana, tau-tau belok aja ke Indomaret. Jadi, nggak ada persiapan bawa tote bag. Sering juga males kalau harus sengaja bawa tas belanja. Ndilalah, mau beli tas belanja di Indomaret juga mikir-mikir soal harga. Akhirnya, nggak papa deh kalau harus bayar plastik. Toh cuma 300 perak ini~ Meski harapan untuk mengurangi konsumsi plastik tidak terwujud, tapi setidaknya, kantong plastik di Indomaret ada logo ramah lingkungannya. Lumayan lah ya jadi ngurang-ngurangin rasa bersalah. BACA JUGA: 5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Gara-gara tipis jadi gampang nyeprol Berdasarkan penelusuran, kantong plastik Indomaret ramah lingkungan karena terbuat dari bahan oxo-degradable (oxium) yang mudah terurai. Sehingga, kantong plastik ini akan hancur dalam 2 tahun. BTW, kantong plastik oxo-degradable ini sudah dimulai sejak tahun 2009, ygy. Dalam perjalakannya, saya ingat betul bagaimana kondisi plastik Indomaret sebelum setipis sekarang ini. Plastiknya tebal, tidak gampang robek, dan aman dicantolkan ke stang motor meski jalan bergelombang. Tapi sekarang? Alamak, tipis nian lah si plastik ini! Setipis harapan kita kepada pemerintah. Bayangkan, masa beberapa kali belanjaan saya nyeprol di jalan gara-gara plastiknya robek? Kan kesel. Plastik Indomaret tidak bisa lagi disimpan Nah, gara-gara plastik yang semakin tipis ini, saya jadi tidak bisa menyimpan si plastik untuk digunakan di lain waktu. Padahal biasanya, plastik Indomaret biasa saya pakai untuk kantong sampah di rumah, media untuk ater-ater (kirim) jajan ke tetangga, dan bungkus yang lain-lain. Lumayan, saya jadi tidak perlu sengaja beli kantong plastik baru (yang tentu saja bahannya bukan oxium), karena ada plastik yang bisa disimpan untuk digunakan ulang. Hey, itu bentuk meminimalisir sampah plastik juga kan? Tapi sekarang? Plastik setipis itu? Pikir ulang banget kalau mau disimpan untuk digunakan ulang. Pertama, sudah kadung sobek sejak pertama kali dipakai. Kedua, misal tidak sobek pun, ngeri ih kalau tiba-tiba dipakai buat kantong sampah, trus sampahnya nyeprol di dalam rumah pas mau diangkut ke depan. Capek, Bro, bersihinnya. Jujur, ini bikin dilema. Niatnya ramah lingkungan, tapi kalau plastiknya makin tipis dan gampang rusak, akhirnya malah jadi sampah plastik baru yang nggak bisa dipakai lagi nggak, sih? Plastik Indomaret pernah setebal itu Maksud saya begini loh, Domar. Plastikmu itu, sudah dari 2009 pakai bahan yang bikin si plastik jadi ramah lingkungan. Hancur dalam dua tahun kan, ya? Nah, dari 2009 itu, plastik kamu pernah setebal itu, loh. Kuat. Beneran deh nggak boong. Lha kok sekarang jadi tipis bingit itu bagaimana ceritanya, dah? Nyeprol belanjaanku, Domar. Nyeprol~ Kalau ini cara kamu untuk membuat kami beralih dari plastik ke kantong belanja, plis, ini nggak lucu. Ini malah terlihat seperti kamu sedang melakukan efisiensi anggaran kantong plastik. Kantong plastik yang semula tebal, diubah jadi tipis demi menekan biaya produksi. Please, balikin aja lah kantong plastik Indomaret yang ramah lingkungan tapi tetap tebal itu. Biar kami bisa pulang dengan tenang tanpa waswas barang belanjaan bakal nyeprol di jalan. Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita Editor: Rizky Prasetya BACA JUGA 5 Barang yang Seharusnya Dijual di Indomaret Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat carainiya. Terakhir diperbarui pada 20 April 2026 oleh Rizky Prasetya

Indomaret menuai kritik tajam dari konsumen setianya terkait kualitas kantong plastik belanja yang semakin tipis dan mudah robek, memicu insiden barang “nyeprol” di jalan. Perubahan drastis ini mengemuka setelah kebijakan plastik berbayar diterapkan sejak Januari 2023, menimbulkan dugaan kuat adanya efisiensi anggaran yang merugikan pembeli.
Fenomena ini, yang dirasakan langsung oleh banyak pelanggan di berbagai gerai, menimbulkan kekecewaan mendalam. Plastik yang seharusnya menjadi solusi ramah lingkungan dengan bahan oxo-degradable sejak 2009, kini justru dianggap kontraproduktif karena kerap rusak dalam sekali pakai, membatasi fungsi guna ulang.
Kualitas Plastik Merosot Pascakonsumen Bayar
Sebelumnya, kantong plastik Indomaret dikenal tebal, kokoh, dan aman bahkan saat digantung di stang motor melewati jalan bergelombang. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, ketebalannya anjlok drastis, menyebabkan belanjaan seringkali tumpah sebelum tiba di tujuan.
Kebijakan plastik berbayar, yang berlaku sejak awal 2023, awalnya bertujuan mendorong konsumen beralih ke tas belanja guna mengurangi sampah plastik. Setiap kantong plastik dikenakan biaya Rp 300. Namun, harapan ini kerap kandas lantaran belanja dadakan atau konsumen yang enggan membawa tas sendiri.
Meskipun Indomaret mengklaim plastiknya ramah lingkungan dengan bahan oxo-degradable (oxium) yang mudah terurai dalam dua tahun, kualitas fisik yang menurun justru menghadirkan dilema baru. Konsumen terpaksa membayar untuk kantong yang rapuh, seringkali tidak bisa dimanfaatkan kembali untuk keperluan lain seperti kantong sampah rumah tangga.
Kondisi ini ironis, karena justru berpotensi meningkatkan jumlah sampah plastik. Plastik yang tidak bisa dipakai ulang otomatis akan langsung dibuang, bertentangan dengan semangat pengurangan limbah. Konsumen merasa terjebak antara membayar plastik rapuh atau direpotkan dengan insiden belanjaan tumpah.
Dugaan efisiensi anggaran produksi menjadi sorotan utama di balik perubahan kualitas ini. Indomaret disebut-sebut sengaja menekan biaya dengan mengubah spesifikasi kantong plastik dari yang tebal menjadi jauh lebih tipis, meskipun bahan dasar ramah lingkungan tetap digunakan.
Kritik Pedas dari Konsumen Setia
“Plastik Indomaret itu, sudah dari 2009 pakai bahan yang bikin si plastik jadi ramah lingkungan. Hancur dalam dua tahun kan, ya? Nah, dari 2009 itu, plastik kamu pernah setebal itu, loh. Kuat. Beneran deh enggak bohong. Lha kok sekarang jadi tipis bingit itu bagaimana ceritanya, dah? Nyeprol belanjaanku, Domar. Nyeprol~” keluh seorang pelanggan setia, menyoroti penurunan kualitas yang mencolok.
Frustrasi konsumen memuncak melihat rapuhnya kantong yang dibayar. “Bayangkan, masa beberapa kali belanjaan saya nyeprol di jalan gara-gara plastiknya robek? Kan kesel,” imbuhnya. Pengalaman ini bukan lagi insidental, melainkan pola yang berulang dan merugikan.
“Kalau ini cara kamu untuk membuat kami beralih dari plastik ke kantong belanja, plis, ini enggak lucu,” tegasnya. “Ini malah terlihat seperti kamu sedang melakukan efisiensi anggaran kantong plastik. Kantong plastik yang semula tebal, diubah jadi tipis demi menekan biaya produksi.”
Tuntutan Konsumen: Kembalikan Kualitas
Permintaan untuk mengembalikan kualitas kantong plastik yang kuat, meski tetap ramah lingkungan, kini menguat. Konsumen berharap Indomaret tidak hanya fokus pada aspek “berbayar” dan “oxo-degradable” namun juga memastikan fungsionalitas dan daya tahan produk yang mereka jual demi kenyamanan dan kepercayaan pelanggan.