Pertama Di Indonesia Wonogiri Jadi Lokasi Pelatihan Ai Untuk Umkm
WONOGIRI – Sebanyak 150 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Wonogiri mengikuti Pelatihan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) Praktis yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Ekosistem Digital (DJED) Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri. Kegiatan berlangsung di Ruang Khayangan Kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Wonogiri, Rabu (3/6/2026). Direktur Jenderal Ekosistem Digital, Edwin Hidayat Abdullah, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia. “Kabupaten Wonogiri adalah lokasi pertama yang kami pilih di Indonesia untuk pelaksanaan pelatihan ini,” ujarnya yang disambut antusias para peserta. Menurut Edwin, dipilihnya Wonogiri sebagai lokasi perdana didasarkan pada besarnya potensi daerah ini di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, produk lokal, serta UMKM berbasis kearifan lokal. Ia menjelaskan, UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekaligus penopang ekosistem pariwisata berkelanjutan. Namun, sebagian pelaku usaha masih menghadapi tantangan dalam pemanfaatan teknologi digital, baik dari sisi literasi, akses teknologi, maupun pemahaman model bisnis digital. Karena itu, Kementerian Komunikasi dan Digital berupaya memperkenalkan pemanfaatan AI kepada pelaku UMKM agar mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha. “Mereka yg menguasai AI akan memiliki keilmuan lebih tinggi, kecepatan dalam bekerja, dan produktivitas yang tinggi. Oleh karena itu kami tidak ingin UMKM ketinggalan langkah. UMKM harus secepatnya beradaptasi dengan AI sehingga tidak ada lagi kesenjangan yang muncul di dunia digital,” tuturnya. Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Wonogiri, Wiyanto, yang membuka kegiatan sekaligus membacakan sambutan Bupati Wonogiri, mengatakan berbagai program pelatihan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing produk UMKM. Menurutnya, pengembangan UMKM merupakan bagian penting dari upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat daya beli dan keberlanjutan usaha. “Mendorong UMKM berkembang, berjalan bersama dengan upaya menjaga daya beli masyarakat, untuk memastikan roda usaha pelaku UMKM berputar. Inilah kondisi yang terintegrasi, yang harus mendapatkan perhatian secara menyeluruh dari semua pihak,” katanya. Berdasarkan data Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Wonogiri hingga akhir 2025, terdapat 62.628 UMKM yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Jumlah tersebut terdiri atas 62.282 usaha mikro, 305 usaha kecil, dan 21 usaha menengah. Mayoritas UMKM bergerak di sektor perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, pertanian, kehutanan dan perikanan, penyediaan akomodasi, makanan dan minuman, konstruksi, transportasi, jasa pendidikan, serta berbagai sektor jasa lainnya. Wiyanto menjelaskan, proses pendataan NIB di Wonogiri juga melibatkan mahasiswa penerima beasiswa berprestasi (Imapres), sekaligus menjadi sarana edukasi masyarakat dalam mengenal teknologi dan layanan digital. “Langkah pendataan UMKM dengan pemberian NIB, menjadi satu strategi Pemerintah Kabupaten Wonogiri untuk membuka pintu pengembangan UMKM ketika dibutuhkan untuk melangkah lebih tinggi, salah satunya memasuki pasar digital dan marketplace yang memiliki jangkauan luas,” ujarnya. Ia berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Pelatihan menghadirkan Dista Ayu Marsega, praktisi UMKM, mentor AI Praktis, sekaligus Duta Canva Indonesia sebagai narasumber. Materi yang diberikan meliputi pengenalan dasar AI untuk promosi dan penjualan, penyusunan prompt, pembuatan caption dan iklan, desain visual, pembuatan slogan dan jingle promosi, hingga pembuatan website produk UMKM menggunakan berbagai perangkat berbasis AI. Peserta tampak antusias mengikuti pelatihan dari pagi hingga siang hari. Selain sesi praktik langsung, kegiatan juga diwarnai dengan berbagai interaksi menarik, pembagian suvenir, doorprize, dan ice breaking yang semakin menambah semangat peserta. Penulis : SIKP_kominfowng Editor: WH/DiskomdigiJtg Browser Anda tidak mendukung audio.
WONOGIRI – Sebanyak 150 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Wonogiri mengikuti Pelatihan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) Praktis yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Ekosistem Digital (DJED) Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri. Kegiatan berlangsung di Ruang Khayangan Kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Wonogiri, Rabu (3/6/2026).
Direktur Jenderal Ekosistem Digital, Edwin Hidayat Abdullah, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia.
“Kabupaten Wonogiri adalah lokasi pertama yang kami pilih di Indonesia untuk pelaksanaan pelatihan ini,” ujarnya yang disambut antusias para peserta.
Menurut Edwin, dipilihnya Wonogiri sebagai lokasi perdana didasarkan pada besarnya potensi daerah ini di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, produk lokal, serta UMKM berbasis kearifan lokal.
Ia menjelaskan, UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekaligus penopang ekosistem pariwisata berkelanjutan. Namun, sebagian pelaku usaha masih menghadapi tantangan dalam pemanfaatan teknologi digital, baik dari sisi literasi, akses teknologi, maupun pemahaman model bisnis digital.
Karena itu, Kementerian Komunikasi dan Digital berupaya memperkenalkan pemanfaatan AI kepada pelaku UMKM agar mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha.
“Mereka yg menguasai AI akan memiliki keilmuan lebih tinggi, kecepatan dalam bekerja, dan produktivitas yang tinggi. Oleh karena itu kami tidak ingin UMKM ketinggalan langkah. UMKM harus secepatnya beradaptasi dengan AI sehingga tidak ada lagi kesenjangan yang muncul di dunia digital,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Wonogiri, Wiyanto, yang membuka kegiatan sekaligus membacakan sambutan Bupati Wonogiri, mengatakan berbagai program pelatihan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing produk UMKM.
Menurutnya, pengembangan UMKM merupakan bagian penting dari upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat daya beli dan keberlanjutan usaha.
“Mendorong UMKM berkembang, berjalan bersama dengan upaya menjaga daya beli masyarakat, untuk memastikan roda usaha pelaku UMKM berputar. Inilah kondisi yang terintegrasi, yang harus mendapatkan perhatian secara menyeluruh dari semua pihak,” katanya.
Berdasarkan data Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Wonogiri hingga akhir 2025, terdapat 62.628 UMKM yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Jumlah tersebut terdiri atas 62.282 usaha mikro, 305 usaha kecil, dan 21 usaha menengah.
Mayoritas UMKM bergerak di sektor perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, pertanian, kehutanan dan perikanan, penyediaan akomodasi, makanan dan minuman, konstruksi, transportasi, jasa pendidikan, serta berbagai sektor jasa lainnya.
Wiyanto menjelaskan, proses pendataan NIB di Wonogiri juga melibatkan mahasiswa penerima beasiswa berprestasi (Imapres), sekaligus menjadi sarana edukasi masyarakat dalam mengenal teknologi dan layanan digital.
“Langkah pendataan UMKM dengan pemberian NIB, menjadi satu strategi Pemerintah Kabupaten Wonogiri untuk membuka pintu pengembangan UMKM ketika dibutuhkan untuk melangkah lebih tinggi, salah satunya memasuki pasar digital dan marketplace yang memiliki jangkauan luas,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Pelatihan menghadirkan Dista Ayu Marsega, praktisi UMKM, mentor AI Praktis, sekaligus Duta Canva Indonesia sebagai narasumber. Materi yang diberikan meliputi pengenalan dasar AI untuk promosi dan penjualan, penyusunan prompt, pembuatan caption dan iklan, desain visual, pembuatan slogan dan jingle promosi, hingga pembuatan website produk UMKM menggunakan berbagai perangkat berbasis AI.
Peserta tampak antusias mengikuti pelatihan dari pagi hingga siang hari. Selain sesi praktik langsung, kegiatan juga diwarnai dengan berbagai interaksi menarik, pembagian suvenir, doorprize, dan ice breaking yang semakin menambah semangat peserta.
Penulis : SIKP_kominfowng
Editor: WH/DiskomdigiJtg


