Di Balik Pujian BPJPH: Pemprov Jateng Mantap Genjot Sertifikasi Halal
BPJPH mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam percepatan sertifikasi halal. Upaya ini memperkuat ekosistem halal di Jawa Tengah. Dengan 576.000 target sertifikat tahun ini, Jawa Tengah optimistis memimpin nasional dalam produk halal, mendukung pariwisata dan ekonomi syariah. Mandatori halal tahap kedua berlaku Oktober 2026.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggenjot sertifikasi halal, menargetkan 576.000 sertifikat tahun ini. Upaya ini mendapat pujian dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di tengah desakan mandatori halal tahap kedua yang berlaku Oktober 2026.
Sosialisasi dan sinkronisasi target sertifikasi halal digelar di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (21/4/2026). Acara ini dihadiri Sekretaris Utama BPJPH Muhammad Aqil Irham dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, bersama perwakilan 35 kabupaten/kota.
Desakan Mandatori Halal Tahap Kedua
Mandatori halal tahap pertama untuk produk makanan, minuman, hasil sembelihan, dan jasa penyembelihan telah rampung 2024. Kini, fokus beralih ke tahap kedua yang mencakup kosmetik, obat-obatan, dan barang gunaan, mendesak pelaku usaha segera beradaptasi sebelum Oktober 2026.
Jawa Tengah, dengan capaian sertifikat halal kedua nasional sejak 2022-2025, berambisi merebut posisi puncak pada 2026. Namun, tantangan besar menghadang: masih banyak pelaku usaha abai sertifikasi.
BPJPH mengakui masih menemukan pelaku usaha yang belum mengurus sertifikat halal. Pengawasan lapangan dan edukasi terus digencarkan, menekankan logo halal sebagai kunci daya saing produk dan jaminan konsumen.
Logo halal bukan sekadar formalitas; ia memberi rasa nyaman dan aman bagi konsumen, memastikan proses produksi dan bahan baku sesuai standar. Tanggung jawab kehalalan produk berada di tangan BPJPH, Lembaga Pemeriksa Halal, dan Majelis Ulama Indonesia.
Target Ambisius dan Tantangan Lapangan
“Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah luar biasa,” ujar Sekretaris Utama BPJPH, Muhammad Aqil Irham. “Ini awal yang baik untuk memperkuat ekosistem halal di Jawa Tengah. Semangatnya sangat luar biasa.”
Aqil menambahkan, “Logo halal penting bagi konsumen, karena memberi rasa nyaman dan aman. Jika sudah ada logo halal, masyarakat yakin proses produk dan bahan-bahannya telah sesuai standar.”
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan, “Target 576.000 sertifikat tahun ini optimistis tercapai bahkan terlampaui, mengingat dukungan dari berbagai pihak.” Ia menekankan pentingnya layanan ramah muslim, “Kalau kita bicara wisata bukan hanya tempat wisatanya saja, tetapi juga hotel, tempat makan, hingga layanan pendukung lainnya.”
Dukungan Ekosistem Halal dan Pariwisata Syariah
Target ambisius 576.000 sertifikat halal didukung penuh oleh dinas terkait, Baznas, hingga Bank Indonesia. Ini merupakan bagian integral dari tema pembangunan tahun ketiga kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi-Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen: pariwisata dan ekonomi syariah.
Sektor pariwisata, menurut Taj Yasin, harus didukung ekosistem ramah muslim yang komprehensif, mulai dari akomodasi, kuliner, hingga fasilitas umum, demi menarik pasar yang lebih luas.










