Gagalnya Negosiasi AS

2 min read
Why US Negotiations Failed

Mantan Wakil Presiden Ma’ruf Amin menanggapi kegagalan perundingan damai Amerika Serikat dan Iran. Beliau menegaskan Indonesia harus bersiap menghadapi dampak signifikan dari konflik tersebut. Ma’ruf Amin menilai kegagalan perundingan AS-Iran, yang tidak sepaham pada dua isu utama, disebabkan adanya kepentingan tersembunyi dari kedua belah pihak.

Why US Negotiations Failed

Mantan Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin secara gamblang menuding “kepentingan terselubung” sebagai biang keladi di balik kegagalan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan tajam ini datang Minggu (12/4/2026) di Jakarta Pusat, di mana Ma’ruf mendesak Indonesia untuk siap menghadapi dampak buruk yang tak terhindarkan.

Kegagalan perundingan dua kekuatan global itu, menurut Ma’ruf, bukan sekadar ketidaksepakatan biasa, melainkan cerminan ketidaktulusan para pihak dalam mencari solusi damai sejati. Indonesia, tegasnya, harus bersiap menanggung konsekuensi signifikan dari konflik yang dipicu oleh ambisi tersembunyi.

Kepentingan Terselubung dan Ancaman Global

Ma’ruf Amin tidak ragu menunjuk jari: “Kalau tidak ada kepentingan, kepentingannya kebaikan seluruh, pasti tidak akan terjadi kegagalan itu. Tapi kalau terjadi gagal berarti kan ada kepentingan terselubung, tidak sungguh-sungguh untuk mencari solusi, damai.” Pernyataan ini secara telanjang mengungkap keyakinannya bahwa motif di balik meja perundingan jauh dari niat mulia untuk perdamaian.

Dia menekankan, jika kedua negara benar-benar memprioritaskan penyelesaian konflik, mereka akan mengesampingkan kepentingan pribadi. Kegagalan ini justru membuktikan sebaliknya, menyoroti pengabaian serius terhadap stabilitas regional dan global. Perang antara Washington dan Teheran, ancam Ma’ruf, akan memicu “dampak signifikan” yang menerpa setiap negara, termasuk Indonesia.

“Nah sebenarnya kalau mereka melihat bahwa dampak ini yang harus dihilangkan, mau mengurangi kepentingannya, sebenarnya mestinya tidak ada masalah ya. Tapi ketika itu tidak terjadi berarti itu kan memang tidak sungguh-sungguh,” ujarnya, menggarisbawahi kegagalan AS dan Iran memahami atau menghiraukan konsekuensi tindakan mereka. Indonesia, mau tidak mau, harus bersiap menghadapi gelombang dampak apa pun yang terjadi.

Kutipan Keras Ma’ruf Amin

“Kalau tidak ada kepentingan, kepentingannya kebaikan seluruh, pasti tidak akan terjadi kegagalan itu. Tapi kalau terjadi gagal berarti kan ada kepentingan terselubung, tidak sungguh-sungguh untuk mencari solusi, damai,” kata Ma’ruf Amin kepada wartawan di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026).

Dia melanjutkan, “Nah sebenarnya kalau mereka melihat bahwa dampak ini yang harus dihilangkan, mau mengurangi kepentingannya, sebenarnya mestinya tidak ada masalah ya. Tapi ketika itu tidak terjadi berarti itu kan memang tidak sungguh-sungguh.”

“Iya, Indonesia pasti semua kena dampaknya. Tapi kita mau tidak mau kan harus siap menghadapi dampak apapun yang terjadi,” jelasnya, menegaskan posisi sulit Indonesia di tengah gejolak geopolitik.

Perundingan damai yang dimaksud Ma’ruf Amin berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4/2026). Pertemuan itu kandas setelah kedua belah pihak gagal mencapai kesepahaman pada dua isu krusial, meskipun telah menyepakati poin-poin lainnya.

More like this