Kopda Anumerta Rico Pramudia: Pangkat Kehormatan untuk Prajurit Gugur di Lebanon

2 min read
Kopda Anumerta Rico Pramudia: Pangkat Kehormatan untuk Pahlawan Gugur Lebanon

Prajurit TNI Praka Rico Pramudia, gugur di Lebanon akibat serangan Israel, mendapat kenaikan pangkat anumerta menjadi Kopda Anumerta. Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah membenarkan. Kenaikan pangkat ini sebagai penghormatan atas pengabdiannya. Rico terluka parah di Lebanon selatan pada Maret 2026.

Kopda Anumerta Rico Pramudia: Pangkat Kehormatan untuk Pahlawan Gugur Lebanon

Praka Rico Pramudia, prajurit TNI, gugur di Lebanon selatan akhir Maret 2026 setelah menderita luka berat akibat ledakan artileri tank Israel. Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya, Rico Pramudia mendapat kenaikan pangkat satu tingkat secara anumerta menjadi Kopda Anumerta, dikonfirmasi Sabtu (25/4/2026).

Kenaikan pangkat ini menyusul perjuangan Rico (31) selama hampir sebulan di salah satu rumah sakit di Beirut. Ia terluka parah dalam insiden dekat kota Adchit Al Qusayr, menyoroti risiko tinggi yang dihadapi prajurit Indonesia dalam misi perdamaian di wilayah konflik.

Serangan Brutal di Lebanon

Ledakan artileri dari tank Israel secara brutal menghantam area tempat Rico bertugas. Peristiwa tragis ini terjadi di tengah ketegangan militer yang terus memanas di perbatasan Lebanon, menempatkan personel pasukan perdamaian dalam bahaya langsung. Rico Pramudia mengalami luka mematikan yang pada akhirnya merenggut nyawanya, meski telah menjalani perawatan intensif. Insiden ini menegaskan betapa rapuhnya situasi keamanan di zona perang. Promosi anumerta ini bukan sekadar formalitas, melainkan pengakuan negara atas pengorbanan nyawa seorang prajurit.

Pengakuan Negara

Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah membenarkan kenaikan pangkat anumerta tersebut. “Betul, dinaikkan pangkatnya sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya,” tegas Aulia saat dikonfirmasi. Pernyataan ini memastikan sikap tegas TNI dalam menghargai dedikasi dan pengorbanan prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas negara di medan berbahaya.

Jejak Pengabdian

Gugurnya Rico Pramudia, prajurit berusia 31 tahun, menjadi pengingat pahit akan harga mahal dari misi perdamaian di wilayah konflik global. Kepergiannya tidak hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga menyoroti urgensi perlindungan maksimal bagi personel militer Indonesia yang bertugas di garis depan.

More like this