Pangkopassus & 2 Pangdam: Akmil 1995, Jejak Tiga Komandan Elite Satu Angkatan

2 min read
Jejak Tiga Komandan Elite Akmil 1995: Pangkopassus & 2 Pangdam

loading…Terdapat 2 Pangdam lulusan Akmil 1995 teman satu angkatan Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi. Foto: IG @penkopassus JAKARTA – Terdapat 2 Pangdam lulusan Akmil 1995 teman satu angkatan Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi. Keduanya yakni Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang dan Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo.Djon dikenal sebagai jenderal TNI bintang 3 peraih penghargaan Adhi Makayasa dari satuan Infanteri Kopassus. Dia banyak menempati posisi strategis di antaranya Danden 1 Grup A Paspampres (2011-2013) dan Wadan Grup A Paspampres. Baca juga: Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa Akmil 1995 Kemudian, Djon menjabat Asisten Operasi (Asops) Danjen Kopassus. Setelah itu, Komandan Grup 1/Kopassus. Pada periode 2017-2020, Djon ditunjuk menjadi Koorspri KSAD. Dia juga sempat bertugas sebagai Danrem 012/Teuku Umar (2020-2022).Djon pecah bintang ketika dipromosikan menjadi Komandan Resimen Taruna (Danmentar) Akmil tahun 2022. Lalu, dia pernah menjabat Staf Khusus KSAD periode 2023-2024.Kembali ke teman satu angkatan Letjen Djon. Banyak abituren Akmil 1995 yang sudah menjadi jenderal di antaranya 2 Pangdam. Total 21 Pangdam se-Indonesia usai mutasi TNI Maret 2026.Diketahui, untuk Komando Daerah Militer (Kodam) dipimpin seorang Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) yang berpangkat Mayjen TNI atau jenderal bintang 2. Hanya Pangdam Jaya dipimpin jenderal bintang 3 atau Letjen TNI.1. Mayjen TNI Febriel Buyung SikumbangJabatan: Pangdam XVII/CenderawasihAlumni: Akmil 1995 2. Mayjen TNI Agus Hadi WaluyoJabatan: Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Alumni: Akmil 1995.(jon)

Jejak Tiga Komandan Elite Akmil 1995: Pangkopassus & 2 Pangdam

Dua jenderal bintang dua dari Akademi Militer (Akmil) angkatan 1995 kini menduduki posisi strategis sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam). Fenomena ini menandai konsolidasi kekuatan signifikan dari satu angkatan di pucuk pimpinan TNI, dengan Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, juga lulusan Akmil 1995, berdiri sebagai salah satu figur kunci.

Pengangkatan ini menyorot gelombang pengaruh angkatan 1995 yang mulai mendominasi posisi-posisi vital di tubuh militer, memicu pertanyaan tentang dinamika kepemimpinan dan peta kekuatan di masa depan.

Penguasaan Angkatan ’95

Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang menjabat Pangdam XVII/Cenderawasih, sementara Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo memimpin Pangdam XIX/Tuanku Tambusai. Keduanya adalah teman satu angkatan Letjen TNI Djon Afriandi yang kini mengepalai Komando Pasukan Khusus. Kehadiran dua Pangdam dari satu angkatan ini, di antara total 21 Pangdam se-Indonesia, menegaskan adanya percepatan karier dan kepercayaan yang diberikan kepada generasi ini.

Djon Afriandi sendiri bukan sosok sembarangan. Peraih penghargaan Adhi Makayasa ini memiliki rekam jejak cemerlang dari satuan Infanteri Kopassus, menduduki sejumlah posisi krusial. Ia pernah menjadi Danden 1 Grup A Paspampres (2011-2013), Wadan Grup A Paspampres, Asisten Operasi (Asops) Danjen Kopassus, hingga Komandan Grup 1/Kopassus.

Periode 2017-2020, Djon ditunjuk sebagai Koorspri KSAD, lalu Danrem 012/Teuku Umar (2020-2022). Kariernya semakin menanjak saat pecah bintang menjadi Komandan Resimen Taruna (Danmentar) Akmil pada 2022, sebelum menjabat Staf Khusus KSAD periode 2023-2024.

Rentetan jabatan strategis yang diemban oleh Djon Afriandi mencerminkan kualitas dan kapabilitas angkatan 1995 secara keseluruhan. Angkatan ini kini terbukti menghasilkan jenderal-jenderal yang siap memegang kendali komando wilayah.

Kenaikan dua jenderal bintang dua dari angkatan yang sama ke posisi Pangdam ini tidak bisa dipandang remeh. Ini adalah indikator jelas pergeseran kepemimpinan dan potensi dominasi angkatan 1995 dalam struktur tertinggi TNI di tahun-tahun mendatang.

Struktur Komando Wilayah

Setiap Komando Daerah Militer (Kodam) dipimpin oleh seorang Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) yang umumnya berpangkat Mayor Jenderal TNI atau jenderal bintang 2. Hanya Pangdam Jaya yang secara tradisional dipimpin oleh jenderal bintang 3 atau Letnan Jenderal TNI.

Dengan demikian, pengangkatan dua Mayjen dari angkatan 1995 sebagai Pangdam menegaskan posisi mereka dalam hierarki komando teritorial yang sangat penting bagi pertahanan dan keamanan negara.

More like this