Terobosan Pemprov Jateng: Cetak Pemandu Gunung Profesional, Pacu Peluang Kerja Sektor Pariwisata

2 min read
Pemprov Jateng Cetak Pemandu Gunung Profesional, Dorong Peluang Kerja Sektor Pariwisata

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka peluang kerja dengan pelatihan Pemandu Wisata Gunung (PWG). Disnakertrans Jateng menyelenggarakan program ini untuk meningkatkan kompetensi pemandu sesuai SKKNI. Sebanyak 16 peserta mengikuti praktik lapangan di Gunung Ungaran. Pelatihan didukung APGI dan LSP BNSP, guna menangkap potensi pariwisata gunung yang sangat besar di Jawa Tengah.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di bawah Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, meluncurkan pelatihan Pemandu Wisata Gunung (PWG) di Gunung Ungaran pada 17-18 April 2026. Program ini, yang hanya menyaring 16 peserta dari 250 pendaftar, dinilai gagal menjawab kebutuhan mendesak akan pemandu profesional di tengah lonjakan drastis minat pendakian.

Pelatihan ini digelar di jalur pendakian Perantunan, Gunung Ungaran, sebagai respons terhadap tren jelajah alam yang diklaim mendongkrak sektor pariwisata. Namun, dengan hanya 16 pemandu baru yang dihasilkan, program ini jauh dari kata cukup untuk menutupi defisit besar pemandu gunung di Jawa Tengah.

Data Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Jawa Tengah mencatat 900 ribu pendaki per tahun di 15 kawasan gunung provinsi itu. Ironisnya, jumlah pemandu profesional saat ini hanya sekitar 160 orang. Pelatihan 100 jam yang diselenggarakan Balai Latihan Kerja (BLK) Jasa Pariwisata Disnakertrans Jateng ini, meski bertujuan memenuhi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), hanya menambah tetesan air di lautan kebutuhan.

Staf BLK Jasa dan Pariwisata Jateng, Hamid Adityawarman, mengklaim pelatihan ini untuk “menangkap potensi kebutuhan pemandu gunung profesional.” Namun, angka 16 peserta yang lolos seleksi dari 250 pendaftar menunjukkan kapasitas program yang sangat terbatas, atau proses seleksi yang terlalu ketat untuk skala masalah yang ada.

Program ini juga disebut sejalan dengan penetapan 2027 sebagai tahun pariwisata dan ekonomi syariah oleh Pemprov Jateng. Keterlambatan respons ini menimbulkan pertanyaan: mengapa inisiatif vital untuk pariwisata gunung baru digulirkan secara minimalis menjelang target tahun pariwisata, bukan sebagai upaya masif dan terencana jauh sebelumnya?

Kerjasama dengan

Terobosan Pemprov Jateng: Cetak Pemandu Gunung Profesional, Pacu Peluang Kerja Sektor Pariwisata
Terobosan Pemprov Jateng: Cetak Pemandu Gunung Profesional, Pacu Peluang Kerja Sektor Pariwisata
Terobosan Pemprov Jateng: Cetak Pemandu Gunung Profesional, Pacu Peluang Kerja Sektor Pariwisata
Terobosan Pemprov Jateng: Cetak Pemandu Gunung Profesional, Pacu Peluang Kerja Sektor Pariwisata
Terobosan Pemprov Jateng: Cetak Pemandu Gunung Profesional, Pacu Peluang Kerja Sektor Pariwisata
Terobosan Pemprov Jateng: Cetak Pemandu Gunung Profesional, Pacu Peluang Kerja Sektor Pariwisata
Terobosan Pemprov Jateng: Cetak Pemandu Gunung Profesional, Pacu Peluang Kerja Sektor Pariwisata
Terobosan Pemprov Jateng: Cetak Pemandu Gunung Profesional, Pacu Peluang Kerja Sektor Pariwisata
Terobosan Pemprov Jateng: Cetak Pemandu Gunung Profesional, Pacu Peluang Kerja Sektor Pariwisata
Terobosan Pemprov Jateng: Cetak Pemandu Gunung Profesional, Pacu Peluang Kerja Sektor Pariwisata
Terobosan Pemprov Jateng: Cetak Pemandu Gunung Profesional, Pacu Peluang Kerja Sektor Pariwisata
Terobosan Pemprov Jateng: Cetak Pemandu Gunung Profesional, Pacu Peluang Kerja Sektor Pariwisata
Terobosan Pemprov Jateng: Cetak Pemandu Gunung Profesional, Pacu Peluang Kerja Sektor Pariwisata
Terobosan Pemprov Jateng: Cetak Pemandu Gunung Profesional, Pacu Peluang Kerja Sektor Pariwisata
More like this