Bupati Magelang Desak Kades: Perencanaan Matang, Benteng Anti

2 min read
Bupati Magelang: Perencanaan Matang Kades, Benteng Anti-Masalah

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menekankan perencanaan matang dan akuntabilitas pengelolaan dana desa. Penegasan ini disampaikan dalam Rakor Penyelenggaraan Pemerintahan Desa di Borobudur. Tujuannya memperkuat tata kelola desa dan mencegah penyimpangan. Pemkab Magelang meluncurkan Klinik Desa untuk meningkatkan kapasitas kepala desa. Pengelolaan keuangan desa harus transparan dan tertib.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji melancarkan peringatan keras kepada seluruh kepala desa di Kabupaten Magelang, Selasa (7/4/2026). Peringatan ini menyoroti potensi besar penyimpangan dana desa yang dapat berujung pada jerat hukum, di tengah alokasi anggaran miliaran rupiah yang mengalir ke desa-desa.

Dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa di Aula Kecamatan Borobudur, Grengseng mendesak perencanaan matang dan akuntabilitas mutlak. Desakan ini muncul saat tata kelola pemerintahan desa masih dihantui keterbatasan kapasitas SDM dan administrasi yang amburadul, membuka celah bagi penyalahgunaan anggaran.

Ancaman Penyimpangan Dana Desa

Grengseng menegaskan, peran desa semakin strategis namun pengelolaan keuangan desa harus akuntabel dan berbasis perencanaan yang matang. Ia secara eksplisit mengingatkan, seluruh tahapan—mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, hingga pertanggungjawaban—wajib berjalan sesuai ketentuan. Ini adalah pengakuan tersirat bahwa praktik di lapangan masih jauh dari ideal.

Meski klaim pengawasan terhadap pengelolaan keuangan desa dilakukan secara berlapis oleh BPD, camat, inspektorat, hingga masyarakat, Bupati mengakui adanya tantangan serius. Keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, administrasi yang kurang tertib, serta pemahaman regulasi yang belum merata menjadi akar masalah yang belum teratasi.

Sebagai respons, Pemkab Magelang mengklaim menghadirkan inovasi “Klinik Desa” sebagai sarana konsultasi dan pendampingan. Inisiatif ini, yang diusung untuk meningkatkan kapasitas pemerintah desa, secara tidak langsung mengakui kegagalan sistem pembinaan sebelumnya.

Camat Borobudur, Subianto, melaporkan total Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) se-Kecamatan Borobudur mencapai Rp31,9 miliar. Besarnya angka ini menegaskan taruhan besar dalam pengelolaan dana desa, terutama menjelang Pilkades.

Bupati Desak Perencanaan Matang

Bupati Grengseng Pamuji menyebut rakor ini sebagai “momentum penting” untuk memastikan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi berbagai tantangan. Sebuah pengakuan tersirat akan kurangnya kesiapan sebelumnya.

“Saya berharap seluruh kepala desa mengutamakan perencanaan sebelum menggunakan dana desa, sehingga ketika dilakukan pemeriksaan, seluruh tahapan sudah jelas sejak awal,” tegas Grengseng, secara tersirat mengakui lemahnya perencanaan yang berpotensi menimbulkan masalah saat audit.

Camat Borobudur, Subianto, justru memuji rakor ini sebagai “terobosan sekaligus langkah taktis dalam pengelolaan keuangan desa, serta persiapan pelaksanaan pemilihan kepala desa.” Sebuah pernyataan yang kontras dengan nada peringatan Bupati.

Latar Belakang Masalah

Dana desa terus mengalir ke pelosok negeri, namun potensi penyimpangan selalu

Bupati Magelang Desak Kades: Perencanaan Matang, Benteng Anti
More like this